Mei 04, 2009

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2 (MHS PAGI) 05 MEI 2009

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2

  1. Pada saat akan disusun neraca konsolidasi, rekening persediaan barang dagangan PT. Induk menunjukkan jumlah Rp 40.000.000,00 termasuk diantaranya sebesar Rp 20.000.00000 dibeli dari PT. Anak. Pada saat pembelian barang dagangan tersebut, PT. Anak telah memperhitungkan laba sebesar 25 % di atas harga pokoknya. PT. Induk memiliki saham yang beredar milik PT. Anak sebesar 100 %. b. Sama dengan kasus a) tapi PT. Induk memiliki 75 % saham PT. Anak.
  2. PT Rinta memiliki 75 % saham yang beredar milik PT Rani dan juga memiliki 50 % saham yang beredar milik PT Rosy. Pada saat akan disusun neraca konsolidasi diketahui adanya persediaan barang dagangan milik PT Rani sebesar Rp 20.000.000,00 termasuk diantaranya Rp 15.000.000,00 berasal dari pembelian pada PT Rosy . pada saat pembelian tersebut , PT Rosy telah mengakui laba kotor sebesar 25 % dari harga jualnya .
  3. PT Rani memiliki barang dagangan sebesar Rp 10.000.000,00 yang dibeli dari PT Rinta . Pada saat itu PT Rinta memperhitungkan laba 25 % dari harga pokoknya . PT Rani kemudian menjual barang dagangan tersebut kepada PT Rosy dengan harga Rp 12.500.000,00.

Buat analisis transaksi dan jurnal yang diperlukan dengan metode equity dan cost.

Desember 20, 2008

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN KINERJA PERUSAHAAN

Kartika Hendra Ts, SE., M Si., Akt.
Fakultas Ekonomi UNIBA - Surakarta
Drs. Eko Suwardi, M. Sc., Ph.D., Ak.
Fakultas Ekonomi UGM - Yogyakarta

Doddy Setiawan, S.E., M.Si.,IMRI..,Ak.
Fakultas Ekonomi UNS - Surakarta


ABSTRACT


This research investigates effects of the Corporate Social Responsibility (CSR) on the firm performance which was measured with stock return (by proxy by CAR) as a whole CSR or based on its parameters (environment, employment, and community). Its samples consisted of 32 annual reports of the companies which were vulnerable to environment and joined the Company’s Environmental Performance Rating Program of the Ministry of Environment from 2005 to 2006.
The results of the descriptive statistics show that there is an increase in the CSR index trend; if seen from its parameters, the CSR activities are much more done in the field of environment and community. Based on the correlation analysis, the variables of environment and community have a positive correlation with CAR; this indicates that this information is regarded by the investors to have effect on the corporate middle-term and long-term performances, whereas the variable of employment has a negative correlation with CAR; possibly, this information is thought by the investors to be the corporate expenditures, which causes the damage of value in the stockholders.
Based on the investigation, Hypothesis 1, which states that CSR has an effect on the stock return, is verified by empirical evidence. Hypotheses 2 and 4, which state that the variables of community and environment have an effect on the stock return are not verified by empirical evidence of the samples of the research. Hypothesis 3, however, which states that the variable of employment has an effect on the stock return, is verified by empirical evidence although it is only at the significance level of 10%.
This research also tries to confirm several variables in the former researches, which were found to have an effect on CSR. Some of them are Beta, DER, ROE, and PBV. The analysis shows that only the variable of Beta has a negative effect on the stock return at the significance level of 10%. Though the results of this research are weak, they can support the results of the former researches that Beta is one of the most consistent factors that have a negative effect on the stock return.

Keyword : CSR, stock return

November 23, 2008

CUSTOMIZATION TERHADAP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA INDUSTRI TEKSTIL DI JAWA TENGAH

ABSTRAKSI

Penelitian ini untuk mengetahui apakah Customization sudah diterapkan untuk pengembangan sistem informasi akuntansi di industri textile di Jawa Tengah dan apakah ada pengaruh Customization berpengaruh bagi pengembangan sistem informasi akuntansi pada industri tekstil di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan mengadakan survey terhadap industri tekstil yang berada di Jawa Tengah yang telah memiliki system informasi akuntansi. Hasil analisis menunjukkan Industri tekstil di Jawa Tengah dalam pengembangan system informasi akuntansi sebagian besar telah menerapkan customization. Yang belum menerapkan customization dalam pengembangan sistem informasi akuntansi sebagian besar merupakan perusahaan perseorangan dimana semua kebijakan ada di pihak manajemen yaitu pemilik. Bahkan dalam perusahaan ini sistem informasi akuntansipun sebagian belum menerapkan. Berdasarkan hasil pengujian hepotesis “Customization berpengaruh positif terhadap pengembangan sistem informasi akuntansi pada industri tekstil di Jawa Tengah”. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Anggraini (2002) yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara customization dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen, begitu juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lamban dan Nasir (2004), dimana hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa customization berpengaruh positif terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi
Kata kunci : Customization, Sistem Informasi Akuntansi

November 22, 2008

PELAKSANAAN TAX PLANNING DAN SELF ASSESMENT SYSTEM


ABSTRAK

Tax Planning merupakan bagian dari manajemen pajak. Pembahasan selanjutnya difokuskan dalam manajemen pajak. Sejalan dengan kepercayaan kepada Wajib Pajak untuk menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang, maka diperlukan peran dari aparat pajak untuk memperlancar pelaksanaan self assessment system. Dengan self assessment system maka wajib pajak bisa melakukan tax planning untuk meminimalkan beban pajak. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Theresia Woro Damayanti, 2003 pada Wajib Pajak Badan Salatiga menyimpulkan bahwa pelaksanaan Self Assesment System belum sepenuhnya dipahami oleh wajib pajak. Fungsi membayar dan fungsi melaporkan telah terlaksana cukup baik, namun untuk fungsi menghitung terlaksana secara maksimal.
Dalam penelitian ini ditemukan hasil yang berbeda, yaitu fungsi menghitung dan membayar serta melapor sudah berjalan cukup baik walau belum optimal. Hal ini berarti pemberdayaan wajib pajak yang merupakan tujuan dari self assessment system belum terlaksana secara optimal. Wajib pajak sangat mengharapkan adanya pelatihan mengenai manajemen pajak yang bisa diterapkan dalam usaha wajib pajak. Semua itu tentunya untuk mendukung pelaksanaan Self Assesment System.
Peningkatan wajib pajak efektif tentunya sangat terkait dengan trilogy pajak (hitung, setor, lapor) serta penyuluhan dan pelayanan dari pihak Kantor Pelayanan Pajak disamping meningkatnya kesadaran wajib pajak. Disini tentunya selain kesadaran dari wajib pajak, sikap kooperatif dari pihak Fiskus sangat berperan.

Kata Kunci : self assessment system, Wajib Pajak, manajemen pajak

Materi Manajemen Keuangan

Silahkan materi manajemen keuangan berupa video PPT di download di link berikut ini: (lakukan slide show untuk memutar video). https://bit.l...