Desember 24, 2014

Indahnya Pulau Lombok



 Sebuah Catatan Liburan Akhir Tahun 2013 di Lombok

Rutinitas itu menjemukan. Beban pekerjaan menumpuk di akhir tahun membuat kita stress. Pengelolaan stress kerja sangat penting sekali. Beginilah tips aku dalam pengelolaan stress kerja. Menjelang akhir tahun, di mulai bulan September, ku tabulasi seluruh pekerjaan yang harus aku selesaikan tahun ini. Aku targetkan maksimal pertengahna bulan Desember sudah harus aku selesaikan. Karena......aku harus jadwalkan liburan kahir tahun yang berbarengan dengan liburan anak sekolah. Tak perlu rencana matang liburan mau ke mana. Semua berjalan mengalir sesuai dengan terselesaikannya beban pekerjaan dan money tentunya. Saat waktunya tiba, baru aku plan tujuan liburan. Tak perlu lama-lama, disesuaikan aja keinginan dan ketersediaan dana. Langsung plan transportasi. Travelling ataukah backpacker.  Liburan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang travelling. Pilihan jatuh pada kombinasi travelling dan backpacker. NTB tujuan kami liburan. Secara kebetulan, aku punya sahabat baik di kaki gunung Rinjani, meskipun sekarang tidak tinggal di sana. Tapi keluarga besar nya masih berada di pulau itu. Atas referensinya, keraguan untuk menuju NTB terpatahkan dengan solusi yang di tawarkan. Transportasi dan penginapan selama di NTB sudah siap. Menuju NTB perjalanan, kami mulai dari penerbangan Juanda Surabaya. Menuju Surabayadengan travelling. Penerbangan lewat Surabaya untuk mengurangi biaya transportasi. Jika kami lewat penerbangan Solo, transit di Jakarta dan biaya tinggi. 1 (satu) jam penerbangan sampailah kami di Bandara Internasional Lombok. Teman di Lombok dah siap menjemput kami di bandara.

Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke pantai Senggigi. Murah juga tiket masuknya, Rp 10.000,00 dah berempat dan parkir mobil. Menikmati pantai senggigi dengan pasir putihnya yang indah. Tidak begitu lama kami di senggigi, perjalanan berlanjut ke desa Bayan. Tujuan di sini adalah rumah keluarga besar sahabatku.  Dalam perjalanan, di puncak Senggigi terdapat lokasi yang indah untuk narsis. Malimbu namanya. Bernarsis ria di lokasi ini. Setelah puas, perjalanan kami lanjutkan. Untuk mengisi perut yang lapar dalam perjalanan, kami istirahat makan di Nipah. Menu ikan bakar menjadi santapan kami. 



 

Sampai desa Bayan, kami mampir sebentar di berugag kemudia lanjut wisatake masjid kuno Bayan. Di sini di kenal wetu telu. Wetu telu yang di kaitkan dengan sholat yang hanya di 3 (tiga) waktu membuat penduduk daerah ini marah. Itu yang di sampaikan ke  kami oleh penduduk sekitar. Konon wetu telu adalah hanya nama sebuah daerah. Di sini juga yang tiap maulud nabi di selenggarakan perang rotan di bawah sinar rembulan. Yang menjadi aneh adalah, halaman masjid itu tidak seberapa luas, tetapi ketika perayaan itu berlangsung berapapun orang yang menyaksikan pertunjukkan halaman tersebut tidak pernah penuh dan menampung seluruh penonton. Tradisi masak bersama-sama masih lestari samapi dengan sekarang. Bahan masakan berasal dari penduduk sekitar, yaitu dari mereka yang nadzar. Penduduk daerah ini terkenal dengan tingkat komitmen yang tinggi. Itu menurut cerita penduduk sekitar.
Disamping itu pengrajin tenun tradisional juga ada di daerah ini. Anak kecil sudah pandai menenun. Konon cerita nya perempuan desa ini belum boleh menikah jika belum bisa menenun.







Selanjutnya kami menuju penginapan di Senaru. Malam hari kami turun kembali ke desa Bayan untuk menikmati makan malam di keluarga sahabat saya. Ndak enak juga sebenarnya, ngrepotin keluarga di sini. Tapi mubadzir juga jika tidak di nikmati. Menu ayam bakar taliwang dan sayur lebuy menjadi santapan malam kami. Tak ketinggalan plecing kakung, yang menjadi  makanan khas Lombok tersaji. Agak terasa aneh juga di mulut. Tapi karena lapar, nikmat juga. Alhamdulillah..... setelah sejenak beramah tamah, kami kembali ke penginapan di desa Senaru. Istirahat malam untuk melanjutkan wisata esok hari.





Pagi hari yang cerah menikmati udara pegunungan yang segar. Air terjun sendang gile dan tiu kelep menjadi tujuan wisata kami pagi ini. Jalan turun menuju sendang gile yang tidak seberapa jauh, sehingga tidak membutuihkan waktu lama kami samapi di air terjun sendang gile. Agak sedikit kecewa juga.....ternyata air terjun nya sama dengan Tawangmangu yang ada di Karanganyar Jawa tengah. Jauh-jauh sampai di Lombok kok yang di nikmati sama dengan yang di Karangayar. Namun kami justru penasaran dengan air terjun yang ke dua yaitu Tiu Kelep. Ternyata memang perjalanan menuju Tiu Kelep membutuhkan perjuangan yang lumayan. Ada jembatan tinggi  yang menghubungkan 2 gunung yang harus kami lewati. Pemandangan begitu indah sepanjang perjalanan. Ternyata ada saluran irigasi di sini. Begitu deras airnya.  Banyak monyet berkeliaran, menandakan masih asri nya pegunungan. Setelah melewati sungai dengan bebatuan yang terjal dan licin, suara gemuruh air terdengar. Dan benar di balik bukit terdapat air terjun Tiu Kelep yang indah sekali di pandang. Bagus sekali.......Lumayan lama kami menghabiskan waktu di sini. Perut yang belum terisi sejak pagi seketika terasa kenyang. Air yang jernih langsung kami gunakan untuk melepas dahaga. Alhamdulillah......badan terasa segar. Setelah puas menikmatinya, kami kembali ke atas untuk melanjutkan kembali perjalanan.













Desa Tradisional Suku Sasak Desa Senaru menjadi tujuan kami selanjutnya. Benar-benar tradisional baik lokasi maupun kehidupan sehari-hari penduduk setempat. Di jaman sekarang masih ada yang bertahan dengan kehidupan tradisional. Desa ini terletak di paling ujung desa Senaru, tepatnya di pos terakhir pendakian Gunung Rinjani di Lombok Utara. Menuju Segara Anak dari tempat ini bisa di tempuh ± 6 jam. Penasaran juga, tapi kami tidak membawa perlengkapan pendakian sehingga keinginan kami tahan. Next time mudah-mudahan bisa ke sana. Puas dengan pemandangan pos terakhir pendakian Rinjani kami turun untuk makan siang. Makan siang kali ini ternyata masih sama dengan makan malam, ngrepotin keluarga di Desa Bayan.








Sebelum menikmati makan siang, ada acara panen mangga. Panen mangga di pekarangan paman sahabat saya (paman Rustam namanya). Penduduk di sini well come banget. Mangganya besar-besar. Ada 2 (dua) jenis mangga yaitu mangga madu dan mangga lokal. Mangganya manis-manis. Setelah di rasa cukup kami turun ke rumah Ina untuk menikmati makan siang.






Perut lapar sedikit kami tahun untuk menikmati Labuhan carik (pelabuhan baru) di desa Bayan. Indah sekali lokasi. Sejauh mata memandang air laut dan ketika berbalik bdan sejauh mata memandang, hamparan bukit yang indah. Bernarsis ria di tempat ini. Masih ingin berlama-lama, tapi perut sudah terasa lapar sekali. Kami bergegas ke rumah Ina.
 










Ikan laut goreng dan plecing serta ayam goreng taliwang menjadi sajian makan siang kami. Nikmat sekali. Setelah itu menikmati mangga yang masak di pohon hasil panen. Tak ketinggalan 1 kardus mangga ternyata menjadi oleh-oleh untuk di bawa ke Solo. Alhamdulillah...........
Sebelum melanjutkan pejalanan ke Senggigi yang menjadi tujuan kami selanjutnya, istirahat siang di berugag Ina untuk melepaskan lelah. Cuaca terik tapi terasa adem aja di berugag yang beratapkan jerami. O iya.....berugag itu adalah rumah kecil (bale-bale kalo orang Jawa) di depan rumah yang berfungsi untuk menerima tamu. Segala aktivitas yang berhubungan dengan tamu di lakukan di tempat ini. Dari makan, sholat, tidur, dll. Inspirative juga untuk membuat berugag di Solo nanti. Jadi ngirit ndak usah ada ruang tamu. Jadi privasi rumah benar-benar ada. Puas beristirahat, perjalanan kami lanjutkan.






Seolah berpacu dengan waktu untuk menikmati pemandangan indah di Malimbu. Alhamdulillah....sampai di Malimbu pas sekali dengan waktu  Sun Set. Pemandangan begitu indah. Di ujung terlihat puncak gunung Agung (Bali) yang indah. Di ujung yang lain tampak beberapa gili serta di ujung lainnya lagi tampak pantai Sekotong. Indah sekali pemandangan sore itu. Puas menikmati hingga gelap, selanjutnya kami menuju penginapan di Senggigi. Makan malam kami selanjutnya mencari menu yang normal aja karena perut udah protes dengan menu-menu sebelumnya. Alhamdulillah.... di samping hotel ada restoran ayam goreng fried chicken. Yang paling enak adalah semboyannya “renyah ayamnya serenyah harganya”. Pas di kantong. He....he.... Puas menikmati makan malam, kami memutuskan istirahat untuk mengumpulkan energi untuk perjalanan esok hari.




Pantai Kuta tujuan kami yang pertama hari ini. Pantai Kuta dengan pasir putihnya dan karang yang indah kami nikmati di sini. Bernarsis ria.......suadah pasti. Cuman yang menjadikan kami kurang nyaman disini......penduduk yang kurang well come dengan wisatawan. Penjaja oleh-oleh yang selalu mengikuti pengunjung terasa menganggu kenikmatan kami. Sehingga tidak begitu lama kami berada di sini. Perjalanan kami lanjutkan.
 




Tanjung aan menjadi tujuan selanjutnya. Masih sama dengan pantai Kuta, yaitu pantai pasir putih dan karang yang indah. Di sini agak sedikit nyaman dibandingkan di Kuta. Cuman sayang jalan nya yang kurang bagus menuju daerah ini.  Setelah puas menikmati indahnya Tanjung aan kami lanjutkan ke wisata selanjutnya.





Desa Sade. Desa tradisional suku sasak yang ke dua yang kami kunjungi. Agak sedikit berbeda dengan desa tradisional di Senaru, penduduk di sini lebih modern. Kerajinan tenun tersedia lengkap di sini. Ada 1 (satu) bangunan yang menarik. Tugu Tani namanya. Tempat ini di pakai untuk acara adatnya suku sasak. Pintu di sini di buat rendah, dengan maksud tamu harus menghormati tuan rumah. Jadi ketika masuk, tamu harus menunduk untuk melewati pintu. Yang aneh adalah lantai di pel dengan kotoran lembu yang masih hangat seminggu sekali. Dan lantainya terbuat dari tanah liat dan sekam. Bisa di bayangkan aroma di daerah ini. Tidak seberapa lama kami di sini, berikutnya kami menuju pantai Sekotong untuk menikmati indahnya pantai sekotong dan santap siang ikan bakar.











 

Setelah puas di sekotong, kami kembali ke penginapan yang sebelumnya mampir di pusat oleh-oleh mutiara. Sebelum samapi di penginapan, kembali kami menikmati sun set di Batu Bolong. Sudah ramai sekali di daerah tersebut wisatawan yang menunggu sun set. Kami bergabung. Nampaknya agak kurang beruntung kami sore ini, tertutup mendung. Namun, indahnya masih tetap nampak. Semburat kemerahan di ujung laut indah sekali di pandang. Tak lupa kami menabadikannya dengan kamera. Selanjutnya kami kembali ke penginapan di Senggigi.


Pagi hari nya kami melanjutkan perjalanan ke Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan yang terkenal itu melalu penyebrangan Bangsal. Sebelumnya kami mampir di pembudidayaan mutiara di Nipah. Lumayan......harga mutiara laut. Yach......cukup dengan memandanginya aja kaya’nya. Menuju lokasi 3 (tiga) Gili kami menyewa perahu. Harga sewa lumayan karena memang masa liburan. 3 (tiga) Gili dengan biaya sewa Rp 1.060.0000,00. Ada sich....dengan publik yang hanya Rp 15.000,00 untuk satu Gili. Sewa perahu menjadi pilihan kami, karena secara kebetulan ada barengannya sehingga bisa menjadi beban bersama untuk biaya sewanya. Menikmati lautan dengan ombak yang lumayan besar. Sayang......lautan di sini banyak sampahnya. Mungkin karena pengunjung yang lumayan banyak di hari liburan. Puas menikmati lautan di 3 (tiga) Gili, hari terakhir liburan kami putuskan untuk kembali lagi menikmati pegunungan di Lombok. Rinjani. Namun berbeda dengan hari pertama....kami ingin meninkmatinya dari Lombok Timur, yaitu Sembalun.













Indahnya Rinjani.................itu yang terucap saat kami memasuki daerah Sembalun (pos pendakian terakhir) Gunung Rinjani. Puncak Rinjani yang megah dengan deretan pegunungan sekeliling nya yang indah.....udara pegunungan yang segar.  Puas menikmati puncak Rinjani, perjalanan berlanjut ke puncak Sembalun (kaya’ Ketep Pas kalo’ di Gunung Merapi). Indah sekali pemandangan di sini. Padang Savanna menjadi pemandangan yang indah untuk di nikmati. Udara dingin di temani  kopi panas dan pop mie. Menuju tempat ini kami ketemu lagi dengan desa Tradisional suku Sasak . 3 (tiga) desa tradisional suku sasak yang masih asli, yang menjadikan kami penasaran sejak dari Solo serta puncak Rinjani semua telah kami nikmati keindahannya.Beberapa tempat yang indah belum sempat kami nikmati......terutama yang menjadikan kami penasaran adalah air terjun benang kelambu. Terlihat indah di foto di internet. Next times ....... 








Puas menikmati alam Lombok yang indah selama 5 hari yang ternyata belum semuanya, perjalanan liburan berakhir di kota Mataram. Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Sudah semuanya. Pagi hari kami penerbangan pagi ke Surabaya. Inilah catatan perjalananku menutup tahun 2013.
 






Tidak ada komentar:

Akuntansi Keuangan Lanjutan II

Materi Kuliah