November 23, 2008

CUSTOMIZATION TERHADAP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA INDUSTRI TEKSTIL DI JAWA TENGAH

ABSTRAKSI

Penelitian ini untuk mengetahui apakah Customization sudah diterapkan untuk pengembangan sistem informasi akuntansi di industri textile di Jawa Tengah dan apakah ada pengaruh Customization berpengaruh bagi pengembangan sistem informasi akuntansi pada industri tekstil di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan mengadakan survey terhadap industri tekstil yang berada di Jawa Tengah yang telah memiliki system informasi akuntansi. Hasil analisis menunjukkan Industri tekstil di Jawa Tengah dalam pengembangan system informasi akuntansi sebagian besar telah menerapkan customization. Yang belum menerapkan customization dalam pengembangan sistem informasi akuntansi sebagian besar merupakan perusahaan perseorangan dimana semua kebijakan ada di pihak manajemen yaitu pemilik. Bahkan dalam perusahaan ini sistem informasi akuntansipun sebagian belum menerapkan. Berdasarkan hasil pengujian hepotesis “Customization berpengaruh positif terhadap pengembangan sistem informasi akuntansi pada industri tekstil di Jawa Tengah”. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Anggraini (2002) yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara customization dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen, begitu juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lamban dan Nasir (2004), dimana hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa customization berpengaruh positif terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi
Kata kunci : Customization, Sistem Informasi Akuntansi

November 22, 2008

PELAKSANAAN TAX PLANNING DAN SELF ASSESMENT SYSTEM


ABSTRAK

Tax Planning merupakan bagian dari manajemen pajak. Pembahasan selanjutnya difokuskan dalam manajemen pajak. Sejalan dengan kepercayaan kepada Wajib Pajak untuk menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang, maka diperlukan peran dari aparat pajak untuk memperlancar pelaksanaan self assessment system. Dengan self assessment system maka wajib pajak bisa melakukan tax planning untuk meminimalkan beban pajak. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Theresia Woro Damayanti, 2003 pada Wajib Pajak Badan Salatiga menyimpulkan bahwa pelaksanaan Self Assesment System belum sepenuhnya dipahami oleh wajib pajak. Fungsi membayar dan fungsi melaporkan telah terlaksana cukup baik, namun untuk fungsi menghitung terlaksana secara maksimal.
Dalam penelitian ini ditemukan hasil yang berbeda, yaitu fungsi menghitung dan membayar serta melapor sudah berjalan cukup baik walau belum optimal. Hal ini berarti pemberdayaan wajib pajak yang merupakan tujuan dari self assessment system belum terlaksana secara optimal. Wajib pajak sangat mengharapkan adanya pelatihan mengenai manajemen pajak yang bisa diterapkan dalam usaha wajib pajak. Semua itu tentunya untuk mendukung pelaksanaan Self Assesment System.
Peningkatan wajib pajak efektif tentunya sangat terkait dengan trilogy pajak (hitung, setor, lapor) serta penyuluhan dan pelayanan dari pihak Kantor Pelayanan Pajak disamping meningkatnya kesadaran wajib pajak. Disini tentunya selain kesadaran dari wajib pajak, sikap kooperatif dari pihak Fiskus sangat berperan.

Kata Kunci : self assessment system, Wajib Pajak, manajemen pajak

Akuntansi Keuangan Lanjutan II

Materi Kuliah